Credit Union Sebagai Sarana Pendidikan Keuangan
Sabtu s/d Minggu tanggal 22-23 Nopember 2008 yang lalu, para pengurus CU Bina Seroja diberi pengarahan oleh Bapak Tjandra Irawan mengenai pengelolaan Credit Union dimana pengelolaan CU ini tidak boleh lepas dari tujuan CU yaitu “kesejahteraan anggota”. Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa tidak mungkin pengurus CU mensejahterakan anggota CU jika anggotanya tidak dipaksa untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Apa yang dimaksud di sini?
Ingat iklan Mama Loren “ketik REG Mama, tgl lahir bla bla bla…”, yang kemudian disambung dengan kalimat dari mama Loren begini “ingat, saya tidak dapat merubah nasib anda, namun saya dapat membantu anda merubah nasib anda sendiri”.
Jadi hanya anggota CU yang berusaha untuk sejahtera, yang bisa ditolong oleh anggota CU lainnya, yang notabene dalam hal ini adalah pengurus. Bagaimana cara menolong anggota CU yang berusaha untuk sejahtera? Tak lain dan tak bukan adalah dari program-program yang dikemas oleh pengurus. Program-program yang dikemas oleh pengurus inilah yang nantinya akan menjadi sarana pendidikan bagi anggota untuk mensejahterakan dirinya.
Mengapa program bisa menjadi sarana pendidikan?
Ada satu pertanyaan dari Bapak Tjandra Irawan tentang pendidikan atau sekolah yaitu “mengapa anda mau sekolah?” . Sebagaimana kita tahu, bahwa ketika kita sekolah kita benar-benar di ‘gembleng’, dimarahi oleh guru, diberi tugas, kalau tidak mengerjakan tugas diberi nilai minus, kalau tidak disiplin dihukum, dll. Padahal kita bayar mahal untuk itu. Nah, kalau sudah begitu apa jawabannya ketika kita diberi pertanyaan “mengapa anda mau sekolah?”… supaya pintarkah? atau supaya sukses? atau supaya kaya? supaya berwawasan luas? …. coba kita renungkan…benarkah bahwa untuk pintar kita harus sekolah?…. baca buku aja kan supaya pintar atau keliling dunia dengan santai supaya berwawasan luas atau berdagang supaya kaya…
Apa yang kita beli dari sekolah? Rupanya yang kita beli dari sekolah adalah PAKSAAN… Di sekolah kita mendapat paksaan untuk pintar, paksaan untuk disiplin, paksaan untuk sukses…. dan kalau kita mau maka paksaan itu akan terlihat hasilnya.
Hal yang sama berlaku di Credit Union. Itu sebabnya program-program yang dikemas hendaknya program-program yang bersifat ‘pendidikan untuk kesejahteraan anggota’
Sungguh pencerahan yang luar biasa dari Pak Tjandra yang sekaligus membuat para pengurus harus bekerja keras memeras otak dan keringat ..(duhh!!!) untuk menghasilkan program-program CU yang bisa memaksa anggota untuk mensejahterakan diri sendiri.
Terimakasih pak Tjandra Irawan dan Selamat Bekerja bagi pengurus. Jangan menyerah, karena Tuhan beserta kita.
Salam
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- Kesejahteraan Anggota Melalui Pendidikan
- Pajak Penghasilan Atas Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada Anggota Koperasi Orang Pribadi
- Credit Union; “Bukan untuk mengejar laba, bukan pula sebagai derma…”
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN XXIII/2008
- Credit Union Sebagai Sarana Pendidikan Keuangan
- Sarasehan Wirausaha
-
Tautan
-
Arsip
- Juli 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- November 2008 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS